Jumat, 13 Juli 2012

BAGAIMANA PERAN ORANG TUA DALAM PERMASALAHAN REMAJA

Dalam  mewujudkan kesejahteraan dan kebahagiaan keluarga . Sebagaimana tercermin dalam kehidupan yang didambakan setiap insan kita lihat bagaimana  kita menciptakan lingkungan yang harmonis antara anak dan orang tua.Selama hubungan anak dan orang tua  terjaga dan saling menghormati serta menempatkan diri pada posisi masing masing sesuai peran yang di sandangnya kebersamaan dan komunikasi yang baik akan mempererat rasa saling membutuhkan dan rasa kedamaian yang ada di dalam hati kita masing masing.

Peran orang tua sangatlah penting bagi menciptakan iklim keluarga yang sejuk  damai,tentram ,dan aman.tidak seharusnya anak menjadi tumpuan keluarga sebagai objek yang dipersalahkan . Bisa di katakan penyebab ketidak tentraman dan kenyamanan dirumah karna perilaku anak yang selalu dipersalahkan. Kita tidak menyadari bahwa orang tua juga berperan dalam membentuk prilaku anak sehingga apa yang tercermin dalam prilaku anak juga merupakan Foto Copy perilaku orang tuanya. Maka tidak terlalu berlebihan bahwa sebagai orang tua harus berhati hati dalam berperilaku dan bertindak,agar periulaku tidak di contoh oleh anak.

Perilaku anak terbentuk dari lingkungan yang mereka tempati dengan kata lain rumah dan juga dari lingkungan tempat mereka berkumpul,tempat mereka nongkrong ,tempat mereka membentuk komunitas. Anak akan memilih lingkungan sesuai dengan kata hatinya dan kecocokan pada keingin yang mereka miliki. tidak mungkin mereka akan merasa bahagia berkumpul ditempat lingkungan yang tidak dicocoki atau pun sesuai kata hatinya. pembentukan perilaku anak sedikit banyak terpengaruh dari perilaku yang sering  dilihat sehari hari sehingga menjadikan suatu rekaman yang kapan saja dapat dimunculkan kembali sesuai keinginanya.


Membicarakan tentang keluarga bahagia dan tangguh, kita bisa melihat dari keharmonisan yang ada pada keluarga itu ,mengukur dari tingkat keutuhan rumah tangga. Terlihat dari data Badan Peradilan Agama (Badilag) yang disampaikan oleh Sekretaris Dirjen Badilag, tahun 2009 lalu, perkara perceraian yang diputus Pengadilan Agama/Mahkamah Syar’iyah mencapai 223.371 perkara. Namun demikian, selama sembilan tahun terakhir, tiap tahun rata-rata terdapat 161.656 perceraian. (www.badilag.com,19/5/2012)

  Dalam kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang ada, pada data Kepolisian terdapat  143.586 kasus. tahun 2010 berjumlah 105.103 kasus. awal tahun 2011,  ada sebanyak 119.107 kasus di data kementrian (Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, www.republika.co.id, 29/06/ 2012).

Belum lagi terlihat dari beberapa kasus yang menimpa keluarga Indonesia. dinyatakan oleh Komnas Pendidikan Anak  sebanyak 62,7 persen  remaja di Indonesia pernah melakukan hubungan layaknya suami istri,dan  data dari BKKBN menyatakan sebanyak 51 persen remaja pernah melakukan seks bebas, sedangkan  data dari BNN tahun 2003 sampai 2010 terjadi kenaikan transaksi narkoba sebanyak 300 persen (di kalangan remaja) (ideguenews.blogspot.com/2012)

Dilihat dari data diatas tersebut kita sangat prihatin dan rasa khawatir, mengingat, Keluarga adalah ujung tombak dalam mendidik swerta membimbing anak dalam  kemajuan suatu negara. andaikan didalam keluarga sudak tidak lagi ada kenyamanan,ketentraman,kebahagiaan dan tanpa ada pengendali dalam perilaku anak/remaja sedikit banyak berperan aktif dalam menciptakan iklim negara yang tidak aman dan kondusif. Banyaknya anak anak dipinggiri jalan ,banyaknya anak tawuran , dan sebagainya.



Heru Mahmudi Santoso
Megister Menejemen Pendidikan
IB/Q 100110226

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar